Home » Layanan » Pendidikan Inklusi » “Education for All”, Disdik Depok Tingkatkan Kualitas Pendidikan Inklusif

“Education for All”, Disdik Depok Tingkatkan Kualitas Pendidikan Inklusif

Dinas Pendidikan Kota Depok menggelar pelatihan mengenai “Assesment Siswa Inklusif” di Aula Sekolah Cakra Buana, Depok, Rabu (30/4) pagi tadi. Pelatihan ini diadakan dalam rangka meningkatkan mutu serta kualitas Pendidikan Inklusif di Kota Depok.

Penasehat Kelompok Kerja Pendidikan Inklusif (Pokjasif) Kota Depok, Yayuk mengatakan, materi dalam pelatihan ini yakni difokuskan pada assessment untuk siswa Inklusif. Assesment sendiri adalah proses pengumpulan informasi bagi siswa yang teridentifikasi atau dikenal dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). “Pelatihan ini dikhususkan untuk para guru yang melayani pendidikan inklusif. Bicara soal target, kedepannya Disdik Depok akan membuat sekolah negeri ‘ramah’ terhadap ABK, seperti guru, sarana dan prasarananya,” kata Yayuk.

Yayuk menjelaskan, pihak Disdik sedang mengajukan anggaran pendidikan di APBD untuk program tersebut. Mulai tahun depan, Disdik menargetkan ada satu sekolah negeri yang menjalani pendidikan inklusif di setiap kecamatan.“Anggaran itu nantinya juga digunakan untuk pelatihan dan pendidikan rutin guru di sekolah negeri reguler yang akan melayani inklusif dan untuk insentif gurunya. Selain itu, dianggarkan juga untuk penempatan terapis serta psikolog dan sarana prasarana lainnya, seperti kursi roda dan perangkat braile,” jelasnya.

Tujuan dari pendidikan inklusif ini sesuai dengan amanat Education for All yang dibasiskan pada Permendiknas RI No.70 Tahun 2009 Pasal 1. Manfaatnya, Yayuk menambahkan, bagi siswa reguler, program pendidikan inklusif ini dapat melatih kepedulian terhadap sesama, sesuai dengan pendidikan karakter yang menjadi prioritas pendidikan di Indonesia saat ini. “Sementara untuk ABK, penggabungan kelas belajar dengan siswa reguler ini diharapkan dapat memacu keberanian berkomunikasi dan sosialisasi. Intinya, Education for All, persamaan hak mendapatkan pendidikan,” tandasnya.

Kota Depok sendiri saat ini hanya memiliki satu Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di kawasan Citayam. Hal inilah yang dinilai belum dapat menampung seluruh ABK berlatar ekonomi lemah yang ada di Kota Depok. Diharapkan, layanan pendidikan inklusif di sekolah negeri reguler dapat menjaring lebih banyak ABK untuk memperoleh pendidikan.

Sementara itu, untuk pusat layanan pendidikan inklusif dapat ditinjau di 5 sekolah reguler swasta yakni Sekolah Lazuardi, Cakra Buana, Semut-semut, Lentera Insan, dan Al-Fikri dan 3 sekolah negeri yaitu SDN Cilangkap 2, SDN Cisalak 3 dan SDN Depok Baru 8.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*