Home » Layanan » Pendidikan Inklusi » Tahun ini, ABK Miliki Buku Kurikulum Pendidikan Khusus

Tahun ini, ABK Miliki Buku Kurikulum Pendidikan Khusus

ilustrasi

ilustrasi

Tahun 2014, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) akan memiliki buku Kurikulum Pendidikan Khusus. Buku tersebut nantinya ditujukan bagi siswa ABK kelas 1, dan 4 Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), kelas 7 Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) dan kelas 10 Sekolah Menengah Luar Biasa (SMALB).

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan (Wamendik) Musliar Kasim menjelaskan, penyusunan buku pendidikan khusus disesuaikan dengan jenis sekolah yang menangani layanan pendidikan bagi ABK. Adapun klasifikasi kebutuhan khusus mencakup tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa, dan autisme.

Saat ini, terdapat dua jenis sekolah tersebut. Pertama, Sekolah Luar Biasa yang menangani ABK dengan keterbatasan ganda (multi difabel). Untuk peserta didik inilah tim akan menyusun buku Kurikulum Pendidikan Khusus. Penyusunan buku akan mengadaptasi dari buku Kurikulum 2013 di kelas reguler dengan penyesuaian pada tingkat keterbatasan dari lima jenis ABK.

Kedua, sekolah inklusi dimana ABK akan ditempatkan bersama dengan anak reguler pada umumnya. ABK yang ditempatkan di sekolah ini adalah peserta didik yang memiliki keterbatasan tidak terlalu parah, dan tidak memiliki keterbatasan intelektual, sehingga bisa mengikuti mata pelajaran.

Untuk ABK di sekolah ini, para peserta didik tetap menggunakan buku mapel yang digunakan sekolah pada umumnya. Tim penyusun akan membuat buku panduan guru untuk mengajar para ABK. Sehingga, guru dapat lebih maksimal dalam menyampaikan mapel sesuai dengan ketunaan yang dimiliki.

“Contohnya, ketika guru mengajarkan tema tentang diri, buku panduan guru akan menjelaskan cara guru menyampaikan materi itu berbeda antara ABK tuna netra, dengan tuna wicara.” terangnya.

Mata pelajaran pendidikan khusus sendiri terdiri dari mata pelajaran Pendidikan Agama, Budi Pekerti, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani dan Olah Raga, Bahasa Inggris. Jenjang sekolah sasaran pendidikan khusus adalah SDLB, SMPLB, dan SMALB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*