Home » Layanan » DAPODIK » FAQ (TANYA JAWAB) SEPUTAR APLIKASI PENDATAAN DAPODIKDAS

FAQ (TANYA JAWAB) SEPUTAR APLIKASI PENDATAAN DAPODIKDAS

TERKAIT KEBIJAKAN

Pertanyaan: “Apa yang melandasi pendataan Dapodik Ditjen Dikdas?”
Jawaban:

Dengan terbitnya Instruksi Menteri Pendidikan Nasional Tahun 2011 tentang pendataan, bahwa Ditjen Dikdas melalui Sekretariat Direktorat Jenderal diamanatkan untuk  menjaring Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dasar. Data tersebut meliputi, Data Pendidikan Sekolah, PTK dan peserta didik yang bersifat individual, relational dan longitudinal.

Pertanyaan: “Untuk apa data pokok pendidikan ini?”
Jawaban:

Data Pokok Pendidikan jenjang dasar ini akan digunakan seluas-luasnya untuk seluruh kegiatan yang ada di lingkungan Ditjen Dikdas.

Pertanyaan: “Siapa yang harus melakukan pendataan ini?”
Jawaban:

DAPODIKDAS (Data Pokok Pendidikan Dasar) meliputi satuan pendidikan SD, SDLB, SMP, SMPLB, SLB. Untuk masing-masing jenjang menengah dan PAUD memiliki sistem dapodik sendiri-sendiri yang diatur melalui mekanisme penjaringan sesuai dengan Ditjen masing-masing.

Pertanyaan: “Bagaimana peran sekolah?”
Jawaban:

Pendataan ini berbasiskan sekolah, artinya pendataan dilakukan secara mandiri oleh sekolah tersebut. Mulai dari penggandaan formulir cetak, distribusi formulir, pengisian, entri data sampai dengan pengiriman ke server. Kepala sekolah sebagai top manajemen di sekolah tersebut bertanggungjawab terhadap kelengkapan, kebenaran data yang dikirim. Kepala sekolah dapat menunjuk operator sekolah yang bertugas membantu operasional aplikasi dan input data di dalam aplikasi sesuai dengan formulir yang diisikan masing-masing PTK dan peserta didik.

Pertanyaan: “Bagaimana peran UPT Pendidikan Kecamatan?”
Jawaban:
UPT Pendidikan Kecamatan dapat mengkoordinir pendataan SD, SDLB, SMP, SMPLB di wilayahnya. Membimbing sekaligus memonitor progres pengiriman sekolah dan memastikan sekolah di wilayah kecamatannya sudah mengupdate data sekaligus memeriksa kelengkapan dan kebenaran data yang dikirimkan sekolah. UPT Pendidikan Kecamatan dapat memfasilitasi sekolah jika sekolah tidak mampu melakukan entri data secara mandiri. Apakah terkait SDM, komputer maupun jaringan internet. Namun sifatnya pendukung saja, sekolah diharapkan dapat mandiri melakukan pendataan.

Pertanyaan: “Bagaimana peran pengawas sekolah?”
Jawaban:

Pengawas sekolah dapat secara langsung memonitoring pendataan di sekolah yang menjadi binaannya, memastikan sekolah tersebut sudah menyelesaikan pendataan secara lengkap, benar dan mutakhir. Pengawas sekolah dapat mengecek kebenaran data dengan visitasi ke sekolah yang bersangkutan, sesuai dengan tugas pokok sekolah mengawasi proses pembelajaran sekaligus komparasi data yang dikirimkan dengan kondisi sebenarnya (fakta) nya.

Pertanyaan: “Bagaimana dengan peran Dinas Pendidikan Kab/Kota?”
Jawaban:

Dinas Pendidikan Kab/Kota memberikan sosialisasi, bimbingan teknis kepada sekolah-sekolah di wilayahnya masing-masing. Mendistribusi perangkat lunak dan pendukung lainnya. Memonitoring pengiriman sekolah, memberikan pendampingan atau konsultasi kepada sekolah jika ada troubleshooting aplikasi atau seputar teknis operasional aplikasi dapodikdas. Melalui web manajemen pendataan yang sudah disiapkan, Dinas Pendidikan Kab/Kota dapat memonitoring progress update masing-masing sekolah. Memvalidasi data yang ada di sekolah dari web manajemen pendataan yang sudah disiapkan oleh pusat.

Pertanyaan: “Bagaimana peran Dinas Pendidikan Provinsi?”
Jawaban:

Dinas Pendidikan Provinsi dapat melakukan monitoring, membina, koordinasi tingkat Kab/Kota, sekaligus memastikan updating data sekolah di wilayah provinsi nya masing-masing.

Pertanyaan: “Kapan sekolah harus update data?”
Jawaban:

Idealnya setiap kali ada perubahan data, sekolah harus mengirimkan data tersebut ke server pusat. Namun, jika kendala SDM dan infrastruktur lainnya, setidaknya sekolah harus melakukan updating data minimal 1x dalam 1 semester.

Pertanyaan: “Bagaimana memulai pendataan 2013 – 2014?”
Jawaban:
Aplikasi pendataan, formulir, manual dapat di unduh di web infopendataan.dikdas.kemdikbud.go.id atau mengcopy di Dinas Kab/Kota masing-masing. Aplikasi ini sama untuk seluruh sekolah jenjanga SD, SDLB, SMP, SMPLB, SLB, yang membedakan sekolah 1 dan yang lain adalah kode registrasi.

Pertanyaan: “DVD/CD Aplikasi Pendataan apa saja isinya dan bagaimana mendapatkannya?”
Jawaban:

CD tersebut berisi formulir pendataan , aplikasi DAPODIK 2013, manual aplikasi pendataan, video tutorial, FAQ (Tanya jawab) kontak person, data_prefilled 2012.

Pertanyaan: “Bagaimana langkah-langkah sekolah melakukan pendataan?”
Jawaban:

1. Penggandaan, Pendistribusian, pengisian dan pengumpulan formulir cetak untuk Siswa baru.
2. Penunjukkan dan penugasan operator oleh kepala sekolah.
3. Copy aplikasi dan pendukung lainnya (manual, video, dll).
4. Entri data di aplikasi.
5. Kirim ke server
6. Pengecekan data hasil kiriman di infopendataan.dikdas.kemdikbud.go.id
7. Jika ada troubleshooting konsultasikan ke Dinas atau ke pusat.

Pertanyaan: “Bagaimana dengan kode regristrasi?”
Jawaban:

Kode registrasi adalah kode untuk mengaktivasikan aplikasi sekolah. Kode registrasi untuk pendataan 2013 setiap sekolah akan berbeda dengan tahun sebelumnya 2012. Cara mendapatkannya silakan hub Dinas Pendidikan setempat.

Pertanyaan: “Bagaimana dengan user name sekolah?”
Jawaban:

Username yang digunakan adalah alamat email, diusahakan email aktif. Kepala sekolah menentukan email apa yang digunakan untuk proses pendataan sekolah.

Pertanyaan: “Username sekolah berupa email, apakah boleh 1 email user name digunakan lebih dari 1 sekolah?”
Jawaban:

Tidak boleh. Username ini harus unik. Artinya tidak boleh sama antara 1 sekolah dengan yang lain untuk email yang digunakan sebagai username.

Pertanyaan: “Bagaimana dengan password sekolah?”
Jawaban:
Password boleh bebas apa saja, yang penting mudah digunakan dan mudah diingat.

Pertanyaan: “Bagaimana jika lupa user name dan password?”
Jawaban:

Register kembali sebagai sekolah, dengan catatan username nya (email) tidak boleh sama dengan yang sebelumnya.

Pertanyaan: “Apakah nomor HP, no Telp, Skype, YM harus di isi saat registrasi?”
Jawaban:

Untuk No. handphone operator sekolah sebaiknya perlu diisi dengan valid. Tujuannya agar ketika ada informasi/validasi dari pusat akan mudah menginformasikannya ke sekolah yang bersangkutan. Untuk Skype, YM tidak wajib diisi.

Pertanyaan: “Spesifikasi komputer apa yang dipersyaratkan?”
Jawaban:

– Minimal requirement:
a. Processor minimal Pentium IV
b. Memory minimal 512 MegaByte
c. Storage tersisa minimal 100 MegaByte
d. CD/DVD drive jika instalasi melalui media CD/DVD

– Spesifikasi minimum Software (Operating Sistem)
1. Microsoft Windows Operating System
a. Windows XP SP2
b. Windows Vista
c. Windows 7
d. Windows 8 (Aplikasi tidak bisa berjalan di Windows 8 RT)
e. Windows Server 2003 atau yang terbaru

2. Browser Internet Modern
a. Firefox, atau
b. Chrome

Pertanyaan: “Bagaimana cara kirim data ke server pusat?”
Jawaban:

Klik tombol synchronisasi, itu sama dengan fungsi kirim data ke server.

Pertanyaan: “Jika sekolah tidak memiliki komputer, bolehkah di entri di sekolah lain?”
Jawaban:

Boleh saja, dengan catatan kepala sekolah menunjuk operator sekolah lain yang diberi kepercayaan untuk entri data. Tugas operator hanya menginputkan data, adapun segala kebenaran data sekolah menjadi tanggungjawab kepala sekolah.

Pertanyaan: “Bagaimana solusinya jika sekolah tidak punya jaringan internet?”
Jawaban:

Aplikasi DAPODIK dapat bekerja/melakukan entri data secara offline namun untuk pengiriman data harus terkoneksi internet. Bagi sekolah yang memiliki jaringan internet/LAN/wifi/modem/dll dapat langsung di hubungkan ke komputer tersebut maka aplikasi akan membaca secara otomatis “status ONLINE” dan dapat mengirimkan data secara langsung. Tetapi, jika komputer tersebut tidak terkoneksi internet “status offline” maka dapat melakukan pengiriman dengan cara:
a. Setelah melewati validasi aplikasi (tombol validasi) tekan tombol “sync” maka computer akan menyimpan file database (data sync) sekolah ke direktori yang diinginkan (browse) dapat juga di simpan ke dalam flashdisk.
b. Unggah/upload file database tersebut /“file syNc” melalui website pendataan.dikdas.kemdikbud.go.id di menu “unggah”. Koneksi internet tempat terdekat yang mudah terjangkau (Dinas, UPTD, warnet, ICT Center, PLIK, modem, dll)

Pertanyaan: “Bagaimana dengan sekolah baru berdiri di tahun sekarang?”
Jawaban:

Laporkan ke Dinas setempat, lalu Dinas akan mengirimkan surat resmi ke PDSP (Pusat Data dan Statistik Pendidikan) tembusan ke Ditjen Didkas untuk dibuatkan akun baru. PDSP akan menerbitkan NPSN sekolah tersebut untuk keperluan administrative dan Ditjen Didkas akan menerbitkan kode registrasi untuk keperluan aktivasi aplikasi. Selanjutnya Dikdas akan mengirimkan data prefilled untuk sekolah tersebut.

Pertanyaan: “Apakah input data hanya dapat dilakukan dari 1 PC saja, atau bisa di lakukan dari beberapa PC?”
Jawaban:

Sebaiknya 1 PC saja

Pertanyaan: “Bagaimana jika siswa baru/mutasi belum di rubah status registrasinya di sekolah yang lama?”
Jawaban:
Koordinasikan dengan sekolah lama agar mengupdate status siswa tersebut menjadi “mutasi”.

Pertanyaan: “Apakah input datanya harus dari awal? atau bisa diambil dari data dapodik versi sebelumnya?”
Jawaban:

Tidak, aplikasi 2013 merupakan lanjutan dari aplikasi dapodik 2012. Data yang pernah diinputkan oleh sekolah di periode sebelumnya (2012) dijadikan data “Prefilled” (data yang sudah terisi sebelumnya). Data tersebut sudah masuk otomatis ke dalam aplikasi sekolah ketika, sekolah mengaktivasikan kode registrasi nya.

Pertanyaan: “Bagaimana trik agar data tidak tertukar pada PC yang digunakan untuk multi user?”
Jawaban:

Pastikan koderegsitrasi sekolah tidak tertukar , username dan passwordnya juga harus berbeda satu sama lain. Pastikan Email sekolah aktif dan unik..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*